Postingan

🌾 TRANSGENIK: INOVASI ATAU ANCAMAN? 🌾

✨ Mengapa dibuat? Untuk menghasilkan tanaman lebih kuat, cepat tumbuh, dan bergizi. 🌟 Dampak Positif: • Tahan hama dan kekeringan • Produksi pangan meningkat • Mengurangi gagal panen • Mendukung kebutuhan pangan masa depan ⚠️ Dampak Negatif: • Mengganggu keseimbangan ekosistem • Ketergantungan petani pada bibit GMO • Mengurangi tanaman lokal • Kekhawatiran pada kesehatan 🧠 Sikap: “Transgenik bermanfaat, namun harus digunakan dengan bijak dan diawasi.”

Guruku Ibu Mariratul Mawaddah

Gambar
Nama penulis : Rindu Zuhdia Irbah  Kelas : IX.3                            Guruku Ibu Mariratul Mawaddah  Guru bahasa Indonesia bernama Mariratul Mawaddah, buk Wad adalah seorang guru yang baik menyenangkan. Beliau selalu membuat suasana belajar yang menyenangkan. Beliau menjelaskan pelajaran dengan suara yang jelas, dan membuatku paham pelajaran. Beliau tidak pernah marah jika ada yang tidak paham. Buk Wad akan menjelaskan dengan dengan pelan. Buk Wad adalah orang yang sangat sabar sering tersenyum. Dan beliau mengajar dengan cara yang seru. Buk Wad bukan hanya mengajar, tetapi memberikan contoh yang baik. Aku berharap bisa mencontoh sikap buk Wad. Buk Wad adalah orang yang sangat aku hormati

Teman baik

Gambar
Nama penulis : Rindu Zuhdia Irbah  Kelas : IX.3                          Teman baik Aku memiliki teman bernama Zaskia zalimar. Dia dan aku sama-sama bersekolah di SMP negeri 3 ampe Angkek. Iya dan aku sudah sekilas sejak kelas 8.  Dia adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. Dia adalah seorang wanita yang memiliki suara yang merdu. Oleh karena itu dia berbakat dalam hal bernyanyi. Dia sering ikut berbagai lomba pada saat SD, namun di saat SMP dia tidak ikut lomba. Tapi mungkin saja saat SMA dia akan mengikuti lomba lagi. Dia memiliki kulit sawo matang dan tingginya sekitar 150 cm.  Iya adalah orang yang cantik dan bersikap baik. Saya merasa sangat senang bisa berteman dengan dia. Dan semoga dia bisa lebih mengasah bakat bernyanyinya.

Dibalik Senyum Kakek

Dia kakekku aku tidak pernah tahu, ternyata disetiap senyumannya itu ia menyimpan kepedihan atas kehilangan wanita yang paling dia sayang. Pada libur sekolah adalah hari ulang tahunku "Vanya, kamu mau hadiah apa dari kakek nak?." Tanya kakek padaku yang sedang berkemas untuk berangkat ke sekolah. Tanpa berpikir panjang aku langsung menjawab,"aku pengen pergi berdua aja sama, kakek terutama aku mau kepantai dengan kakek." Kakek terkekeh, "Nggak mau yang lain nih?." Aku menggeleng  "Ok, libur sekolah nanti kita pergi ya?." Kakek balas mengangguk dengan tersenyum manis Disekolah aku tidak henti memikirkan, apa saja kegiatanku dengan kakek. Sampai sampai aku tidak fokus saat belajar. Saat pulang sekolah aku, berlari cepat. Sangat ingin bertemu dengan kakek Sesampainya dirumah aku tidak melihat kakek yang biasanya duduk didepan teras rumah, menyambutku datang dengan senyum lebarnya itu. "Bun, kakek mana?." Tanyaku sambil melepas sepatu sekol...

Berdamai dengan Kehilangan

Namaku Kaela, semenjak adek kecilku kesayanganku meninggal aku, ayah maupun ibu tidak bisa pulih dari rasa sakit atas kehilangan adikku. Tapi berangsurnya waktu aku dan ayah sudah mulai pulih. Tapi tidak dengan ibu "Bu, Lea hari ini ambil rapor. Ibu datang?." Tanyaku pada Ibu yang memasak  Ibu menghela nafas,"Ibu mau kemakam adekmu, sama ayah ya." Aku mengangguk, kalau sudah seperti ini bagaimana lagi. "Ayah, bisa jemput raporku nggak?."  "Ayah agak sibuk dikantor nak, tapi ayah usahain ya." Aku mengangguk, lalu ibu menghidangkan makanan. "Hmm, biasanya kita makan disini berempat ya?, sekarang cuma bertiga." Celetuk ibu yang sedang menyiapkan nasi ayah Ayah menghela nafas, "Bu, kita harus bisa pulih lagi, kamu juga harus tau kita sekarang masih punya Kalea kan?."  Ibu terpaku,"Ayah nyuruh ibu buat lupain adek?, ibu nggak bakal bisa lupain adek yah." Aku sudah tahu ini, setiap kali ayah memperingati ibu, pasti mereka ...

Saat Bersama yang Berharga

"Bunda cepat dong, aku udah nggak sabar mau ketemu nenek nih,"Teriakku pada bunda yang sedang mengunci pintu rumah "Sabar Nayya." Balas bunda sambil berlari kecil Selama perjalanan menuju ke rumah nenek, aku hanya bisa  melamun karena ingin bertemu dengan nenek. Tidak lama setelah itu aku, lalu aku berlari cepat menuju nenek yang sudah menunggu didepan rumah "Nenek!!". Teriakku "Yaampun, anak nenek sayang." Kupeluk nenek sekuat mungkin, "aduh kamu meluk nenek kuat banget". Saat sedang asik memeluk nenek,"Ibu gitu deh, mentang mentang ada cucu. Anaknya nggak dianggap". "Nenek tersenyum,"Ututu, anak ibu sini ibu peluk." Bunda tersenyum lalu ikut memelukku dan nenek "Hmm, udah yang meluknya, sekarang mandi habis itu kita makan ya?." "Siap nek." Seruku sambil berjalan menuju kamar mandi Mandiku sedikit lama, jadi nenek menghampiriku yang berada dikamar. "Nay, udah selesai mandinya?." ...

Tawa di Tengah Luka

Namanya Aruna, dia adalah wanita paling ceria yang pernahku temui, tapi dibalik tawanya itu ada hal yang ia sembunyikan dari semua orang "Senja, kamu ikut study tour?."Tanya Aruna padaku  Aku berfikir sejenak lalu menjawab, "Iya dong, ya kali nggak ikut. Eh kamu sendiri gimana?".  "Hmm, kayaknya nggak deh." Jawab Aruna dengan wajah murung, dari wajahnya saja aku tahu kalau dia sangat ingin ikut  Aku menghela nafas lalu berkata, "Yahh, ikut dong, kalau kamu nggak ikut aku sama siapa temenan dongg."  "Hmm, aku pikir pikir dulu ya Senja." Balasnya Aku lega, karna dia akan memikirkannya kembali apa jawabannya  Aruna tersenyum tipis, lalu membuang pandangannya. Kami duduk di bangku taman sekolah. "Senja," katanya pelan, "kalau aku cerita sesuatu... kamu janji nggak bakal ngasih tahu siapa-siapa?" Aku menoleh padanya, sedikit heran. Wajah cerianya kini terlihat sangat sedih. Aku mengangguk pelan, "Janji." Dia men...